Kerusuhan Sampit dengan korban beberapa ratus jiwa nyatanya cuma berawal dari perkelahian siswa SMK di Baamang. Perkelahian itu melibatkan anak warga Dayak serta Madura. Perkelahian siswa tersebut, yang lalu menyebabkan perseteruan antarkeluarga, antaretnis, sampai pembantaian hingga pengusiran beberapa puluh ribu warga Madura. Anak polah, bapa kepradah. Pepatah Jawa yang bermakna anak berbuat, orangtua turut ikut serta ini berlangsung atas diri keluarga Matayo. Warga asal Madura yang telah lama tinggal di Baamang, Sampit, ini tidak terima anaknya berkelahi dengan anak warga Dayak. Namun, keterlibatan Matayo atas perkelahian anaknya ini jadi menyebabkan kegeraman warga dayak. Lantas, dibuatlah perhitungan. Minggu awal hari sekitaran jam 03. 00 (18 Februari) sekumpulan pemuda Dayak menyerang serta membunuh Matayo. Tiga orang anggota keluarganya turut tewas. Itu versus warga Madura. Versus warga Dayak agak tidak sama lagi. Mereka katakan, eksekusi pada Matayo serta keluarganya berlangs...
Aceh Utara : Perantau asal Desa Meunye Peut kembali menunjukkan kepedulian dan kebersamaan melalui sebuah gerakan sosial yang penuh makna. Sebuah grup bernama PERANTAU MEUNYE PEUT , yang dibentuk oleh Saudara Tarmizi, menjadi wadah untuk menghimpun para perantau baik diluar daerah atau luar negara agar tetap terhubung dan berkontribusi bagi kampung halaman. Grup ini memiliki tujuan mulia, yaitu mengajak seluruh perantau Meunye Peut untuk ikut berdonasi dalam program santunan yatim piatu di desa tersebut. Dari sekitar lebih dari 50 anggota yang tergabung, sebanyak 38 orang dengan penuh keikhlasan turut berpartisipasi memberikan donasi. Berkat kepedulian tersebut, terkumpul dana yang cukup untuk membantu 21 anak yatim piatu di Desa Meunye Peut. Santunan tersebut disalurkan pada malam Hari Raya, tepatnya tanggal 20 Maret 2026, yang dilaksanakan di Meunasah Meunye Peut dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat tambahan ...
BANDA ACEH - Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Aceh menyatakan, dana desa untuk Aceh melalui APBN tahun 2016 mencapai Rp3,8 triliun atau naik 123 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp1,7 triliun. Kepala BPM Aceh Helvizar mengatakan, alokasi dana desa tersebut akan diberikan kepada 6.474 desa yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Ia menyebutkan anggaran setiap desa yang akan diterima masing-masing antara Rp600 juta sampai Rp900 juta. Ia menjelaskan besaran dana desa yang akan didapatkan itu berdasarkan jumlah penduduk, angka kemiskinan desa, luas wilayah desa dan tingkat kesulitan geografis desa setiap kabupaten/kota. "Dana desa itu akan ditransfer langsung oleh kabupaten/kota ke rekening gampong atau desa," katanya, Ahad (14/2/2015). Ia mengatakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 247/PMK07/2015, dana desa tersebut akan disalurkan tiga tahap yakni tahap pertama sebesar 40 persen pada April, tahap kedua 40 persen pada Agustus...
Komentar
Posting Komentar