TERAGEDI KERUSUHAN SAMPIT VS MADURA YG MENGERIKAN
Kerusuhan Sampit dengan korban beberapa ratus jiwa nyatanya cuma berawal dari perkelahian siswa SMK di Baamang. Perkelahian itu melibatkan anak warga Dayak serta Madura. Perkelahian siswa tersebut, yang lalu menyebabkan perseteruan antarkeluarga, antaretnis, sampai pembantaian hingga pengusiran beberapa puluh ribu warga Madura. Anak polah, bapa kepradah. Pepatah Jawa yang bermakna anak berbuat, orangtua turut ikut serta ini berlangsung atas diri keluarga Matayo. Warga asal Madura yang telah lama tinggal di Baamang, Sampit, ini tidak terima anaknya berkelahi dengan anak warga Dayak. Namun, keterlibatan Matayo atas perkelahian anaknya ini jadi menyebabkan kegeraman warga dayak. Lantas, dibuatlah perhitungan. Minggu awal hari sekitaran jam 03. 00 (18 Februari) sekumpulan pemuda Dayak menyerang serta membunuh Matayo. Tiga orang anggota keluarganya turut tewas. Itu versus warga Madura. Versus warga Dayak agak tidak sama lagi. Mereka katakan, eksekusi pada Matayo serta keluarganya berlangs...

Komentar
Posting Komentar